Apa itu Complaint ?
COMPLAINT
adalah ekspresi yang timbul akibat adanya perbedaan antara persepi (apa yang
dilihat) dan ekspektasi (apa yang diharapkan) pelanggan. Ekspresi/wujud
ketidakpuasan yang membutuhkan tanggapan. Beberapa tipe keluhan yang dihadapi
tamu saat menginap di sebuah hotel dan cara menangani keluhannya
Mengapa Pelanggan Mengeluh ?
Tingkat kepentingan pelanggan
terhadap produk dan harga produk tersebut.
- Pelanggan yang memiliki tingkat kepentingan yang tinggi
terhadap suatu produk biasanya akan lebih mudah untuk menyampaikan
komplain jika tidak puas. Pelayanan atau produk yang sama akan terasa
berbeda kepentingan penggunaanya jika digunakan oleh pelanggan yang
berbeda pada waktu yang berbeda. Contoh, pembelian payung oleh seorang ibu
yang akan berangkat ke pasar saat hujan berbeda tingkat kepentingannya
dengan pembelian payung di siang hari yang cerah oleh seorang pemuda yang
ingin memberi hadiah pada kekasihnya.
Perasaan sangat tidak puas.
- Ada pelayanan atau kualitas produk yang sangat berbeda
dari harapan pelanggan. Semakin tinggi ketidakpuasan tersebut semakin
besar kemungkinan pelanggan menyampaikan keluhan. Rendahnya kualitas
pelayanan atau produk menjadi penyebab utama untuk keluhan jenis ini.
Pelanggan mengharapkan adanya
perbaikan.
- Ada pelanggan yang ingin menyampaikan keluhan dengan
harapan akan ada perbaikan terhadap kinerja karyawan maupun kualitas
produk yang dihasilkan. Biasanya komplain akan disampaikan secara jelas
penyebab dan usulan solusinya. Perusahaan sangat beruntung jika mempunyai
pelanggan seperti ini.
Tingkat kesulitan dalam mendapat
ganti kerugian.
- Semakin tinggi tingkat kesulitan yang dirasakan akan membuat
pelanggan semakin enggan untuk menyampaikan keluhan. Contohnya, pelanggan
akan enggan menyampaikan komplain karena pembelian sebotol minuman ringan
yang kadaluarsa jika untuk menyampaikannya mereka harus mengeluarkan
ongkos lebih dan waktu untuk kembali ke supermarket. Apalagi harus
berhadapan dengan prosedur komplain yang berlaku di perusahaan tersebut
padahal nilai minuman ringan tersebut tidak seberapa.
Jaminan uang kembali sebagai salah
satu strategi yang diterapkan di banyak hypermarket sedikit banyak memanfaatkan
faktor tingkat kesulitan dalam mendapatkan ganti rugi. Barang-barang yang
dijual terlalu rendah harganya sehingga sangat. Pada pelayanan jenis retail
seperti ini jika terjadi sekali penyampaian komplain maka lebih banyak
pelanggan yang tidak menyampaikan keluhannya dibandingkan perusahaan bukan
retail. Pelanggan akan benar-benar menyampaikan keluhan jika sangat tidak puas
atau barang tersebut penting bagi pelanggan.
Bagaimana cara Menanganinya?
Saatini, seorang pengusaha harus
memahami bahwa konsumen bisa bebas menyuarakan pendapat mereka tentang apa pun,
termasuk pendapat mereka tentang suatu produk. Melalui channel komunikasi
seperti social media, konsumen dapat menyampaikan baik pujianmau pun
keluhan mereka terhadap suatu produk mau pun jasa yang mereka gunakan.
Untuk itu, penting bagi para
pengusaha untuk mengembangkan strategi komplain dari customer. Strategi ini
adalah panduan untuk menangani keluhan pelanggan dengan cepat dan efektif melalui berbagai tempat di mana
kemudian mereka dapat menyebarkannya.
Berikut ini strateginya :
1. Memahami maknanya.
Pengusaha harus lebih jeli menerima
komplain dari pelanggan. Mempersiapkan hal ini sebelumnya akan membantu Anda
mengidentifikasi keseriusan dari keluhan lalu mengambil tindakan yang
diperlukan untuk memperbaikinya
2. Pahami motifnya.
Apa yang diinginkan pelanggan?
Apakah mereka ingin uang mereka dikembalikan atau penukaran barang? Apakah
mereka hanya ingin mendengar permintaan maaf atau hanya sekedar ingin
keluhannya didengar dengan baik? Memahami motif yang diinginkan akan membantu
Anda untuk menanggapi komplain pelanggan.
3. Pahami dampaknya.
Anda harus menanggapi semua keluhan
dengan pendekatan yang sama, walaupun ada beberapa komplain yang berpotensi
menjadi ancaman yang jauh lebih besar daripada yang lain. Pastikan untuk
mengidentifikasi ancaman terbesar dan memprioritaskannya untuk mencari cara
penyelesaian yang tepat. Setelah memahami masalah ini, Anda akan siap untuk
menangani masalah tersebut.
4. Jangan terlalu lama.
Media sosial adalah sumber berita.
Sebuah masalah atau isu pada perusahaan Anda dapat menyebar dalam hitungan jam,
sehingga perlu mekanisme yang tepat untuk menanggapi keluhan pelanggan secara
tepat waktu. Menggunakan auto email adalah salah satu triknya, tetapi ingatlah
bahwa komentar di media sosial dan website perusahaan perlu dimonitor secara
berkala juga.
5. Buat mereka senang, untuk bisa
memperbaiki.
Dalam banyak kasus, komplain dari
pelanggan hanya diabaikan begitu saja. Pelanggan hanya ingin keluhan mereka
diterima dengan ramah, dengan kasih sayang dan empati. Dengan cara itu, mereka
bisa dialihkan dari rasa marah mereka.
6. Mengambil langkah berani.
Komplain dari pelanggan yang sangat
tidak puas, umumnya memiliki motif tersembunyi, bisa jadi mereka punya
kepentingan khusus untuk menentang perusahaan dan produk Anda. Jika hal ini
terjadi, jalan yang terbaik adalah jangan sampai terpancing emosi untuk balik
menyerang, karena ini hanya akan semakin menambah masalah.
7. Meminta kerjasama.
Bila memungkinkan, bangun
keterlibatan dengan pelanggan dan memberdayakan mereka untuk mengambil peran
aktif. Mereka bisa diandalkan untuk menyelesaikan masalah dengan mempengaruhi
orang lain, feedback dari customer bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis.
8. Meminta testimoni positif.
Jika Anda telah memenuhi permintaan
pelanggan, jangan takut untuk meminta mereka merevisi testimoni negatif dan
menambahkan yang positif. Perlu diingat bahwa testimoni negatif bisa merusak reputasi
bisnis, yang membuat Anda tidak bisa diterima lagi di masyarakat.
Simpulan
Komplain atau keluhan dari customer
adalah hal yang biasa diterima dalam setiap bisnis, karena tidak semua orang
punya selera yang sama. Bahkan, tidak semua produk itu bisa dibuat dengan
sempurna, pasti akan ada cacat produk yang sayangnya sampai ke tangan
pelanggan. Dengan strategi di atas, Anda akan lebih siap menerima berbagai
komplain, dan siap memperbaiki diri.